Indie is Rolling.....
Sebenarnya kemarin adalah hari yang sangat aku rindukan, karena banyak waktu luang yang dijadwalkan untuk shopping, jalan-jalan part II. So after breakfast, kopi Kamboja yang kentalnya minta ampun itu lumayan bisa "membangunkan" aku untuk jalan-jalan. Wat Langka, adalah tempat pertama yang dikunjungi, salah satu kuil bersejarah di Phnom Penh, selain tempatnya nggak jauh dari Royal Palace dan Independence Monument, tempat itu juga menjadi rumah tinggal para biksu (monks, semoga tidak salah dengan penerjemahan).
Setelah itu, diantar oleh Vuth kita mampir di tempat yang sebenarnya aku malas untuk masuk, yaitu Tuol Sleng (Genocide Museum), hawanya angker. Bangunan itu adalah tempat dimana Pol Pot melakukan pembantaian ribuan manusia. Aku pikir hanya tempat yang memperlihatkan peninggalan-peninggalan aja, ternyata Polpot selalu memotret korbannya sebelum dan sesudah dibantai, ada beberapa orang yang masih hidup dari pembantaian itu, diantaranya adalah sang fotographer dan seorang pelukis yang kemudian melukiskan kejadian itu. Jadi, foto-foto itu dengan jelas menghubungkan secara langsung antara gambar dan tempat serta cara bagaimana pembantaian itu terjadi, ini tragedi kemanusiaan yang jangan sampai terulang lagi. Indonesia pun sebenarnya kalau terkumpul dokumentasinya mungkin akan mempunyai museum yang sama, atas`DOM di Aceh, Timor Leste dan beberapa konflik horizontal lainnya, There's a many history that written by blood in our world.
Tuol Sleng 01 /
Tuol Sleng 02 /
Tuol Sleng 03
Kini aku disini menuliskan sejarah dengan gambar, komik (semoga berhasil). Yap, menghilangkan rasa mual dari Tuol Sleng, aku pergi shopping ke Russian Market, kayak orang gila yang haa... beli ini, beli itu, buat oleh-oleh.
Dan malamnya, adalah screening (@ Sovanna Phum) untuk hari pertama, hujan lebat yang tidak diduga membuat deg-degan karena akan menghalangi audience yang datang ternyata reda menjelang jam 7.30, akhirnya film pertama pun diputar: adalah
'Bus Kota' (Lulu Ratna)
film yang membuat aku bangga sekaligus miris, inilah Indonesia in reality, tidak seindah dalam iklan. Film kedua adalah rangkaian animasi, dari 'Stop Human Cloning', Tahi Sapi atau Bukan, Bayangkanlah -klip untuk lagu dari band Padi,
karya Wahyu Aditya (Hellomotion) salah satu animator yang paling produktif di Indonesia, dan beberapa karya lainnya seperti ''Gathot Kaca", dan salah satu film anak-anak Studio Kasatmata, yang jelas film-film itu membuat semua orang tertawa dan kagum. Rocks!
Setelah itu diskusi, dan tanpa diduga pula pertanyaan banyak datang dari penonton tentang scene animasi Indonesia yang bisa mandiri membuat film yang mereka suka dan sangat lugas dalam berekspresi... yah... kita akan belajar bersama.

4 Comments:
Trims berat atas supportnya!!
Great work!
[url=http://rvhluhcb.com/gfvj/fffk.html]My homepage[/url] | [url=http://dswtpyve.com/ryez/cubo.html]Cool site[/url]
Thank you!
My homepage | Please visit
Well done!
http://rvhluhcb.com/gfvj/fffk.html | http://hfgiizjc.com/zzkq/timh.html
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home